SIMULASI ANBK

Serpong – Kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Sumedang, Bapak Dr. Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd.I. memantau langsung pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang diikuti oleh 12 murid dari MAN IC Sumedang. Selasa, (29/07)

Simulasi dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Senin dan Selasa, 28-29 Juli 2025, bertempat di MAN IC Serpong.

Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kesiapan para murid menghadapi ANBK yang terjadwal pekan depan.

Semoga dengan simulasi ini, murid MAN IC Sumedang semakin siap dan sukses meraih hasil terbaik dalam ANBK mendatang.

Apel Pagi di MAN IC Sumedang

Seluruh murid kelas X dan kelas XI juga bapak/ibu guru, berbaris mengikuti kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari senin pagi.

Ada yang menarik karena petugas apel kali ini dari kelas X, dan hari ini menjadi momen pertama mereka mengenakan seragam putih abu MAN IC Sumedang.

Apel pagi dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana Bapak Ade Hidayatulloh. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan tentang pentingnya menjaga fasilitas madrasah sebagai bagian dari proses belajar. Pesan-pesan inspiratif mengalir, memupuk semangat juang dan rasa memiliki pada diri setiap murid.

ASTA PROTAS KEMENAG RI

Delapan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang diperkenalkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., pada 6 Maret 2025. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan merupakan bagian dari komitmen Kemenag untuk mendukung Asta Cita (delapan janji) yang ditetapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Adapun Tujuan utama Asta Protas adalah mewujudkan visi “Indonesia Maju” yang diusung oleh pemerintah, khususnya dalam konteks keagamaan. Kemenag ingin memastikan bahwa agama tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan transformatif bagi bangsa. Ini berarti mengoptimalkan peran agama dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kerukunan umat hingga kesejahteraan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

 

Mengawali Pagi dengan Semangat Bergerak!

Program Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) di MAN Insan Cendekia Sumedang telah memasuki hari keempat. Setelah tiga hari sebelumnya para peserta disuguhkan dengan berbagai informasi krusial seputar lingkungan madrasah, kurikulum, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pagi ini kami mengawalinya dengan cara yang berbeda, namun tak kalah penting: olah raga bersama!

Pukul 06.30 WIB, area lapangan Asrama Haji Bekasi sudah dipenuhi peserta didik Baru MAN IC Sumedang untuk olah raga. Dengan wajah ceria dan penuh antusiasme, mereka berkumpul untuk meregangkan otot dan menghirup udara.

Kegiatan olah raga bersama ini bukan hanya tentang menjaga kebugaran fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, kekompakan, dan energi positif di antara seluruh peserta.

Tawa riang dan sorak sorai sesekali terdengar, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh persahabatan. Ini adalah momen yang tepat untuk saling mengenal lebih jauh, di luar suasana formal.

Kegiatan olah raga pagi ini menjadi bukti nyata bahwa Matsama di MAN IC Sumedang tidak hanya fokus pada aspek akademis dan pengenalan lingkungan, tetapi juga sangat memperhatikan kesehatan fisik dan mental para siswa baru.

Dengan tubuh yang bugar dan pikiran yang jernih, diharapkan para peserta dapat menyerap materi Matsama dengan lebih optimal dan siap menjalani hari-hari selanjutnya dengan penuh semangat.

Semoga semangat pagi ini terus membara hingga akhir kegiatan Matsama dan menjadi bekal positif bagi perjalanan pendidikan mereka di MAN Insan Cendekia Sumedang!

 

Budaya Dasar Murid MAN Insan Cendekia Sumedang

Jadikan dirimu bukan hanya pintar, tapi juga beradab!

MAN Insan Cendekia Sumedang tidak hanya ingin mencetak siswa berprestasi, tapi juga membentuk karakter mulia melalui 10 Budaya Dasar yang wajib diamalkan setiap hari:

Tebar Salam – Buka setiap perjumpaan dengan salam. Tanda cinta dan doa.

️ Berkata Santun – Ucapan mencerminkan akhlak. Santun itu kekuatan.

Berterima Kasih – Kecil di mulut, besar artinya.

‍♂️ Menghormati – Tunjukkan hormat pada guru, orang tua, dan teman.

❤️ Saling Memaafkan – Jangan simpan dendam, bebaskan hatimu.

Saling Berbagi – Ilmu, waktu, makanan… semua jadi ladang pahala.

Ucapan Selamat – Rayakan prestasi temanmu, jadilah penyemangat.

Saling Membantu – Ringankan beban sesama, kuatkan persaudaraan.

Antri dan Tertib – Disiplin dimulai dari hal kecil.

Menerima Perbedaan – Karena keberagaman itu kekayaan, bukan halangan.

Jadikan 10 Budaya Dasar ini sebagai identitasmu sebagai siswa MAN Insan Cendekia!
Karakter Mulia, Cerminan Insan Cendekia

#BudayaIC #InsanCendekia #KarakterMulia #10BudayaDasar #MANIC #SekolahKarakter #MadrasahHebat

Hari Ketiga Matsama: Hidup Berasrama dan Ekoteologi

Bekasi, 25 Juli 2025

Hari ketiga Matsama diawali dengan penyampaian materi oleh dua narasumber hebat, mengupas tuntas tentang kehidupan berasrama dan pentingnya menjaga lingkungan.

Sesi pertama diawali oleh Bapak Alfin Asrofi yang membawakan materi “Hidup Berasrama, Belajar Mandiri, dan Berakhlak Mulia.” Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh inspirasi, beliau menekankan bahwa kehidupan di asrama bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan madrasah nyata untuk membentuk karakter, Juga menjelaskan bagaimana kemandirian menjadi kunci utama, mulai dari mengelola waktu hingga bertanggung jawab atas diri sendiri.

Materi kedua di hari ini, disampaikan oleh Bapak Akhmad Sulaiman dengan materi “Implementasi Ekoteologi di Lingkungan Asrama Haji Bekasi.” Bapak Akhmad membawa peserta untuk menyelami konsep ekoteologi, sebuah pemahaman yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Beliau memaparkan bagaimana ajaran agama mengajarkan kita untuk menjaga kelestarian alam, dan bagaimana hal tersebut bisa diimplementasikan secara konkret di lingkungan Asrama Haji Bekasi. Materi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif di kalangan peserta untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan asrama yang hijau dan berkelanjutan.

Pemaparan dari kedua narasumber di hari ketiga ini, tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga menginspirasi para peserta untuk menjadi individu yang lebih baik, baik dalam lingkungan asrama maupun dalam menjaga kelestarian bumi.

Setelah selesai sesi pemaparan materi oleh dua narasumber, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang sudah disiapkan  panitia Matsama dari Osis.

 

Mengasah Bakat dan Membangun Kekompakan Lewat Kegiatan Ekstrakurikuler

Pada hari kedua pelaksanaan MATSAMA, dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demonstrasi ekstrakurikuler oleh tim yang sudah disiapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan beragam pilihan ekstrakurikuler yang ada di MAN IC Sumedang, sekaligus mengajak seluruh Angkatan 2 untuk aktif mengembangkan minat dan bakat mereka.

Sesi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga inspirasi bagi siswa lain untuk bergabung dan mengeksplorasi potensi diri.

Setelah sesi demonstrasi selesai, suasana berubah menjadi lebih interaktif dengan dimulainya game melatih kekompakan.

Berbagai permainan seru dan menantang dirancang khusus untuk mengasah kerja sama tim dan komunikasi yang efektif. Gelak tawa dan sorakan semangat memenuhi area kegiatan saat setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan.

Melalui permainan ini, mereka belajar pentingnya strategi, saling percaya, dan bagaimana kekuatan individu dapat bersatu membentuk kekuatan tim yang tak terkalahkan.

Kegiatan ini bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai penting seperti kolaborasi, kepemimpinan, dan sportivitas. Pun dapat mendorong siswa mengembangkan diri secara holistik, baik dalam akademik maupun non-akademik, serta memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan madrasah.

Hari Kedua MATSAMA: Membentuk Generasi Madrasah Berintegritas

Hari kedua pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) diisi dengan sesi-sesi inspiratif yang bertujuan membentuk karakter siswa madrasah yang unggul dan berakhlak mulia.

Tiga narasumber dalam kegiatan hari ini, Ibu Heti Sugiarti, Bapak Narwi, dan Bapak Akhmad Sulaiman, membagikan wawasan berharga seputar peran siswa sebagai duta madrasah, pentingnya moderasi beragama, serta urgensi disiplin, keaktifan, dan akhlak mulia dalam kehidupan bermadrasah.

Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Heti Sugiarti yang menekankan bahwa setiap siswa adalah duta madrasah. Beliau mengingatkan para peserta MATSAMA bahwa citra dan reputasi madrasah sangat bergantung pada sikap, perilaku, dan prestasi setiap individu siswanya.

Beliau mendorong siswa untuk senantiasa menjaga nama baik madrasah dengan menunjukkan integritas, semangat belajar yang tinggi, dan kepribadian yang positif di setiap kesempatan, baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah.

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Bapak Narwi dengan topik moderasi beragama. Bapak Narwi menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat yang majemuk.

Beliau mengajak siswa untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan sikap yang toleran, inklusif, dan saling menghargai. Materi ini penting untuk membekali siswa agar tidak terjebak pada pandangan ekstremisme dan mampu menjadi agen perdamaian yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sesi penutup hari kedua disampaikan oleh Bapak Akhmad Sulaiman yang berfokus pada pentingnya disiplin, keaktifan, dan akhlak mulia bagi siswa madrasah. Bapak Akhmad Sulaiman menegaskan bahwa disiplin adalah fondasi utama untuk mencapai keberhasilan akademik maupun non-akademik.

Beliau juga memotivasi siswa untuk menjadi individu yang aktif, baik dalam pembelajaran maupun kegiatan organisasi, serta senantiasa menunjukkan akhlak mulia dalam setiap interaksi.

Kombinasi ketiga nilai ini diharapkan dapat mencetak lulusan madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter luhur.

Dengan serangkaian materi yang komprehensif ini, hari kedua MATSAMA berhasil menanamkan nilai-nilai fundamental kepada para peserta didik baru, membekali mereka untuk menjadi pribadi yang berintegritas dan siap berkontribusi positif bagi madrasah dan masyarakat.

Hari Pertama Matsama: Membangun Karakter dan Tanggung Jawab

Hari pertama pada kegiatan MATSAMA di MAN IC Sumedang diisi dengan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi.

Tiga pemateri handal hadir untuk membekali para siswa dengan wawasan penting seputar pendidikan, etika, dan tanggung jawab sosial.

Sesi pertama dibuka oleh Ibu Heni Hasanah dengan tema “Belajar di Madrasah Lebih dari Sekadar Nilai”. Beliau menekankan bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk meraih nilai akademik semata, melainkan juga wadah untuk membentuk karakter mulia, mengembangkan potensi diri, dan menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau mengajak para siswa untuk menjadikan setiap proses belajar sebagai sarana peningkatan diri yang menyeluruh, baik secara intelektual maupun spiritual.

Selanjutnya, Ibu Amalia Fardiani membawakan materi yang sangat relevan dan penting dengan judul “Stop Bullying: Kamu Hebat, Dia Juga Berhak Bahagia”. Dalam sesinya, Ibu Amalia dengan tegas menyerukan untuk menghentikan segala bentuk perundungan.

Beliau menjelaskan dampak buruk bullying tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku dan lingkungan. Dengan gaya yang interaktif, Ibu Amalia mengajak para siswa untuk saling menghargai, menunjukkan empati, dan menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bagi semua.

Setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk merasa bahagia dan diterima.

Sebagai penutup sesi hari pertama, Bapak Ade Hidayatulloh menyampaikan materi “Menjaga Fasilitas Madrasah Tanggung Jawab Kita Bersama”.

Bapak Ade menekankan bahwa fasilitas madrasah adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat. Beliau mengingatkan bahwa dengan menjaga kebersihan dan kondisi fasilitas, para siswa turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman.

Materi ini menanamkan kesadaran akan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap aset-aset madrasah.

Secara keseluruhan, hari pertama di madrasah ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengembangan karakter, etika sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inspiratif.

Pembukaan Matsama: Titik Awal Sejarah Baru bagi Peserta Didik

Bekasi, 23 Juli 2025

Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Aula Muzdalifah Asrama Haji Bekasi ini dihadiri oleh para Wakil Kepala Madrasah beserta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN IC Sumedang.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Akhmad Sulaiman, S.Pd.I, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa Matsama bukanlah sekadar ajang pengenalan lingkungan madrasah.

“Matsama ini adalah titik awal di mana semangat dan sejarah baru akan kalian torehkan,” ujarnya di hadapan 48 peserta didik baru.

Ia menekankan bahwa para peserta didik baru adalah tunas-tunas harapan yang akan melanjutkan estafet keilmuan dan kebaikan di MAN IC Sumedang.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Kesiswaan juga menjelaskan makna di balik sebutan “AlThair” yang disematkan kepada para peserta didik. “AlThair berarti semangat belajar yang membara, semangat untuk selalu memberikan penerangan bagi sekeliling, dan semangat untuk berkontribusi secara global,” paparnya.

Hal ini sejalan dengan visi MAN IC Sumedang untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berjiwa sosial dan berpandangan luas.

Lebih lanjut, ia menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fokus pendidikan di MAN IC Sumedang: keseimbangan antara ilmu, keterampilan, dan akhlak.

Menurutnya, ketiga aspek ini adalah fondasi krusial yang akan membentuk individu yang utuh dan berkarakter mulia. “Ilmu tanpa akhlak laksana pohon tanpa buah, dan keterampilan tanpa landasan spiritual akan kehilangan arah,” tegasnya, mendorong para siswa untuk membangun diri dengan pondasi yang kokoh.

Pembukaan Matsama ditandai dengan penyematan name tag dan pemakaian topi, menandai dimulainya serangkaian kegiatan pengenalan madrasah yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Diharapkan, Matsama ini dapat menjadi gerbang bagi para siswa baru untuk beradaptasi, berinteraksi, dan menorehkan prestasi gemilang di MAN IC Sumedang.

Copyright © 2026 MAN IC