Lesson 3 Bahaya Perbuatan Hubbuddunia, Sombong, Dengki dan Riya
Dalam Islam, setiap perbuatan yang tercela dilarang, pastilah mengandung beberapa bahaya / akibat. Akibat tersebut, bisa terjadi kepada dirinya sebagai pelaku atau bisa jadi berdampak pada orang lain.
Berikut beberapa dampak akibat dari perbuatan hubbud dunia, sombong, dengki dan riya.
A. Hubbud dunia
Dalam Islam, mencintai dunia secara berlebihan dianggap berbahaya karena dapat mengalihkan fokus seorang Muslim dari tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Allah dan mencari akhirat. Berikut beberapa bahaya mencintai dunia secara berlebihan dalam perspektif Islam:
- Mengabaikan Kewajiban Agama: Mencintai dunia secara berlebihan dapat membuat seseorang lalai dalam menjalankan kewajiban agamanya seperti shalat, puasa, dan zakat. Ketika terlalu sibuk mengejar kekayaan, status sosial, atau kesenangan duniawi, seseorang bisa lupa untuk memenuhi kewajiban kepada Allah.
- Merusak Akhlak: Cinta dunia yang berlebihan seringkali memicu sifat-sifat buruk seperti keserakahan, iri hati, dan ketidakadilan. Seseorang bisa menjadi egois, tidak peduli pada orang lain, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan dunianya.
- Mengurangi Keimanan: Ketika seseorang terlalu mencintai dunia, iman dan ketakwaannya kepada Allah bisa menurun. Dunia menjadi pusat perhatian, sehingga nilai-nilai spiritual dan keimanan tergeser.
- Melupakan Akhirat: Islam mengajarkan bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara dan merupakan tempat ujian. Cinta dunia yang berlebihan bisa membuat seseorang lupa akan kehidupan akhirat yang kekal. Mereka menjadi tidak peduli terhadap persiapan untuk akhirat, seperti amal ibadah dan perbuatan baik.
- Kekhawatiran dan Ketidakpuasan: Orang yang terlalu mencintai dunia seringkali hidup dalam kekhawatiran dan ketidakpuasan karena selalu menginginkan lebih. Mereka bisa merasa cemas kehilangan harta, takut kekurangan, atau merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki.
Islam menganjurkan agar cinta dunia ditempatkan pada tempatnya yang sesuai. Rasulullah SAW bersabda: “Dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalehah.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa dunia dapat dimanfaatkan, tetapi tidak boleh menjadi tujuan akhir yang mengalahkan kepentingan akhirat.
B. Hasad atau Dengki
Dalam Islam, perbuatan hasad atau dengki adalah perbuatan yang sangat dikecam dan dilarang. Hasad merujuk kepada perasaan iri hati atau tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat atau kebaikan, dan mungkin disertai dengan keinginan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut. Perbuatan ini adalah dosa besar dan boleh mendatangkan pelbagai bahaya, baik kepada individu yang memiliki sifat hasad maupun kepada masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa bahaya perbuatan hasad dalam Islam:
- Merusak Hubungan Sosial: Hasad dapat merusak hubungan antara individu. Seseorang yang dipenuhi dengan hasad mungkin berusaha menjatuhkan orang lain atau menyebarkan fitnah, yang akhirnya dapat memutuskan silaturahmi dan menimbulkan permusuhan.
- Menghilangkan Kebaikan Amal: Menurut hadis Rasulullah SAW, hasad dapat menghapuskan pahala amal kebaikan seseorang, seperti api yang memakan kayu bakar. Hasad merosakkan nilai ibadah dan amal soleh yang telah dilakukan kerana sifat ini bertentangan dengan keikhlasan.
- Mengundang Dosa Lain: Perasaan hasad sering kali menjadi pendorong kepada dosa-dosa lain seperti memfitnah, mengumpat, dan bahkan melakukan perbuatan zalim terhadap orang lain. Ini menjadikan hasad sebagai pintu masuk kepada berbagai bentuk kemaksiatan.
- Mengganggu Kedamaian Hati: Orang yang memiliki sifat hasad akan sentiasa hidup dalam kegelisahan dan ketidakpuasan kerana hatinya tidak tenang melihat orang lain bahagia atau berjaya. Ini menghalang mereka daripada merasai ketenangan jiwa dan kebahagiaan sejati.
- Mengundang Azab Allah: Allah SWT mengecam orang yang mempunyai sifat hasad. Dalam Al-Quran dan hadis, terdapat banyak ancaman terhadap orang-orang yang hasad, kerana sifat ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap ketentuan dan rezeki yang Allah berikan kepada orang lain.
- Menghalang Pertumbuhan Diri: Hasad menghalang seseorang untuk berkembang dan mencapai potensi penuh mereka. Daripada fokus pada peningkatan diri, orang yang hasad lebih banyak menghabiskan waktu dan tenaga memikirkan cara untuk menjatuhkan orang lain.
- Merusakkan Iman: Hasad adalah tanda lemahnya iman kerana ia menunjukkan kekurangan tawakkal (bergantung kepada Allah) dan syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Sifat ini boleh mengikis keimanan seseorang dan menjauhkan mereka dari rahmat Allah.
Dalam Islam, umat dianjurkan untuk bersyuku dan menerima segala ketentuan yang ada. mendoakan kebaikan untuk orang lain, dan memperkuatkan hubungan dengan Allah melalui doa, ibadah, dan taqwa. Islam juga mengajarkan agar kita selalu memohon perlindungan daripada sifat hasad, seperti yang diajarkan dalam Surah Al-Falaq.
C. Ujub
Dalam Islam, sifat sombong merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Sifat ini tidak hanya merusak hubungan seseorang dengan sesama manusia, tetapi juga menghalangi seseorang dari rahmat dan petunjuk Allah. Berikut adalah beberapa bahaya dari sifat sombong da Ujub dalam Islam adalah perasaan bangga yang berlebihan terhadap diri sendiri, di mana seseorang merasa bahwa dirinya lebih baik atau lebih unggul dari orang lain tanpa menyadari bahwa segala kelebihan yang dimiliki adalah anugerah dari Allah. Perbuatan ini sangat berbahaya dalam Islam karena dapat membawa dampak negatif terhadap spiritualitas dan hubungan sosial seseorang.
Berikut adalah beberapa bahaya dari perbuatan ujub:
- Mengurangi Pahala Amal Ibadah: Ujub dapat merusak pahala amal ibadah karena niat menjadi tidak murni. Ibadah yang dilakukan dengan niat untuk mendapatkan pujian dari orang lain atau dengan perasaan lebih baik dari orang lain akan mengurangi keikhlasan dan membuat amal tersebut tidak diterima oleh Allah.
- Meningkatkan Kesombongan: Ujub adalah pintu masuk menuju kesombongan (takabbur). Ketika seseorang merasa bangga terhadap dirinya sendiri, ia cenderung memandang rendah orang lain, yang pada gilirannya dapat menimbulkan perasaan sombong dan memutuskan hubungan sosial yang baik.
- Menjauhkan dari Rahmat Allah: Allah SWT mencintai hamba-Nya yang rendah hati dan berendah diri. Sebaliknya, orang yang ujub dan sombong akan dijauhkan dari rahmat dan kasih sayang Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya; dan barangsiapa yang meninggikan dirinya, maka Allah akan merendahkannya.”
- Menyebabkan Kehancuran Diri: Ujub dapat menyebabkan seseorang lupa diri dan lupa kepada Allah. Ketika seseorang merasa bahwa semua kesuksesan dan kelebihan adalah hasil usahanya sendiri, ia akan kehilangan keberkahan dan bisa mengalami kejatuhan. Hal ini dikarenakan ia tidak lagi bergantung kepada Allah, melainkan pada dirinya sendiri.
- Merusak Hubungan Sosial: Orang yang ujub cenderung sulit untuk menerima nasihat dan kritik dari orang lain. Hal ini bisa merusak hubungan sosial, karena orang lain akan merasa tidak nyaman dan menjauh dari orang yang ujub.
Dalam Islam, umat diajarkan untuk selalu bersyukur dan mengakui bahwa segala kelebihan dan nikmat yang dimiliki berasal dari Allah SWT. Dengan demikian, seseorang akan terhindar dari perbuatan ujub dan lebih fokus pada upaya untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
D. Sombong
Dalam Islam, sifat sombong merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Sifat ini tidak hanya merusak hubungan seseorang dengan sesama manusia, tetapi juga menghalangi seseorang dari rahmat dan petunjuk Allah. Berikut adalah beberapa bahaya dari sifat sombong dalam Islam:
- Kekhawatiran dan Ketidakpuasan: Orang yang terlalu mencintai dunia seringkali hidup dalam kekhawatiran dan ketidakpuasan karena selalu menginginkan lebih. Mereka bisa merasa cemas kehilangan harta, takut kekurangan, atau merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki.
- Dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya: Allah SWT dalam Al-Qur’an banyak mengingatkan tentang bahaya sifat sombong. Salah satunya dalam Surah Luqman ayat 18:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.” (HR. Muslim)
- Menyebabkan Jatuhnya Martabat: Orang yang sombong seringkali kehilangan kehormatan di mata manusia. Mereka mungkin dianggap tinggi oleh diri sendiri, tetapi orang lain sering melihat mereka dengan pandangan negatif. Dalam kehidupan sosial, sifat ini dapat membuat seseorang dijauhi dan tidak dihormati.
- Menghalangi Hidayah dan Rahmat Allah: Sifat sombong menghalangi seseorang dari mendapatkan hidayah (petunjuk) dari Allah. Ketika seseorang merasa sombong, mereka cenderung menolak kebenaran dan nasihat yang baik. Hal ini menghalangi mereka untuk mendapatkan rahmat dan petunjuk dari Allah SWT.
- Merupakan Ciri-ciri Iblis: Kesombongan adalah salah satu alasan utama mengapa Iblis diusir dari surga. Ketika Allah memerintahkannya untuk sujud kepada Adam, Iblis menolak karena merasa lebih tinggi dan lebih mulia. Sifat sombong inilah yang menyebabkan Iblis dijauhkan dari rahmat Allah selama-lamanya.
- Menyebabkan Kerusakan Diri dan Orang Lain: Sifat sombong dapat membawa kepada tindakan yang merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, seseorang yang sombong mungkin tidak mau menerima nasihat atau kritik konstruktif, yang akhirnya bisa membawa pada kesalahan dan kerugian besar.
- Menghancurkan Amal Kebaikan: Orang yang sombong seringkali merasa bangga dengan amal kebaikan yang mereka lakukan dan meremehkan orang lain. Padahal, kesombongan seperti ini bisa menghancurkan pahala amal tersebut, karena Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang ikhlas dan rendah hati.
Dalam Islam, umat dianjurkan untuk selalu bersikap tawadhu’ (rendah hati), menghargai orang lain, dan selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah pemberian dari Allah yang bisa diambil kapan saja. Sifat rendah hati adalah kebalikan dari sombong, dan merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan ridha dan rahmat Allah SWT.
