Lesson 2 Contoh Perbuatan
Dalam Islam, setiap perbuatan yang tercela dilarang, pastilah mengandung beberapa bahaya / akibat. Akibat tersebut, bisa terjadi kepada dirinya sebagai pelaku atau bisa jadi berdampak pada orang lain.
Berikut beberapa dampak akibat dari perbuatan hubbud dunia, sombong, dengki dan riya.
A. Hubbud dunia
Hubbud dunia, atau cinta dunia secara berlebihan, adalah perasaan atau perilaku yang meletakkan kepentingan dunia di atas kepentingan agama dan akhirat. Beberapa contoh perbuatan hubbud dunia yang dilarang dalam Islam meliputi:
- Mengejar Kekayaan dengan Mengabaikan Kewajiban Agama: Seseorang yang terlalu fokus mencari harta dan kekayaan hingga mengabaikan kewajiban ibadah seperti shalat, puasa, atau zakat, termasuk dalam kategori hubbud dunia. Contoh ini termasuk orang yang rela bekerja sepanjang hari tanpa henti sehingga tidak punya waktu untuk beribadah atau memperhatikan keluarga.
- Menghalalkan Segala Cara untuk Mencapai Keinginan Duniawi: Ketika seseorang melakukan tindakan seperti korupsi, menipu, mencuri, atau berbuat zalim demi mendapatkan harta, kekuasaan, atau kedudukan, itu adalah bentuk nyata dari hubbud dunia. Islam melarang perbuatan tersebut karena merugikan orang lain dan bertentangan dengan prinsip keadilan.
- Menimbun Harta dan Enggan Berbagi: Orang yang terus-menerus menumpuk kekayaan dan enggan bersedekah atau membantu orang yang membutuhkan juga dianggap terjebak dalam hubbud dunia. Islam menganjurkan umatnya untuk berbagi rezeki dengan yang lain, terutama dengan orang yang kurang mampu.
- Memprioritaskan Gaya Hidup Mewah: Membelanjakan harta secara berlebihan untuk kemewahan, seperti pakaian, kendaraan, atau rumah yang sangat mahal, dengan tujuan pamer atau demi status sosial, juga termasuk dalam hubbud dunia. Ini bisa mengarah pada sifat sombong dan lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya dalam Islam.
- Cinta yang Berlebihan terhadap Popularitas dan Pengakuan: Mencari pengakuan, ketenaran, atau popularitas di masyarakat dengan mengabaikan akhlak yang baik dan prinsip agama juga merupakan bentuk hubbud dunia. Misalnya, seseorang yang rela melakukan apapun, termasuk perbuatan dosa, demi popularitas di media sosial.
- Mengorbankan Nilai-nilai Agama untuk Karier atau Bisnis: Ketika seseorang lebih memilih untuk mengorbankan nilai-nilai Islam demi kemajuan karier atau keberhasilan bisnis, seperti berbohong atau menipu dalam transaksi bisnis, itu adalah manifestasi dari hubbud dunia.
Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim). Artinya, dunia bukanlah tujuan akhir bagi orang yang beriman, tetapi tempat ujian untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
B. Hasad atau Dengki
Dalam Islam, hasad merupakan perbuatan yang sangat dikecam kerana ia melibatkan perasaan iri hati dan keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang. Berikut adalah beberapa contoh perbuatan hasad yang dilarang dalam Islam:
- Merasa Tidak Senang dengan Kejayaan Orang Lain
- Contohnya, jika seorang teman atau rakan sekerja mendapat kenaikan pangkat, seseorang yang mempunyai hasad mungkin merasa tidak senang dan berharap agar orang itu gagal atau tidak mendapat manfaat daripada kenaikan tersebut.
- Ingin Melihat Orang Lain Jatuh atau Kehilangan Nikmat
- Seseorang yang hasad mungkin berharap agar orang lain kehilangan rezeki, kesihatan, atau kebahagiaan. Misalnya, merasa senang apabila mendengar berita buruk tentang seseorang yang berjaya.
- Menyebarkan Fitnah untuk Menjatuhkan Reputasi Orang Lain
- Seseorang yang iri hati mungkin menyebarkan fitnah atau cerita palsu tentang orang lain dengan tujuan merosakkan reputasi atau kedudukan orang tersebut. Contohnya, menyebarkan khabar angin negatif mengenai seseorang di tempat kerja agar dia kehilangan pekerjaan atau disisihkan oleh orang lain.
- Tidak Memberi Pertolongan Kerana Iri Hati
- Jika seseorang enggan membantu orang lain kerana merasa cemburu terhadap nikmat yang dimiliki oleh orang itu, ini juga merupakan bentuk hasad. Contohnya, menolak untuk membantu rakan yang memerlukan hanya kerana dia lebih berjaya atau lebih kaya.
- Berdoa Agar Orang Lain Mendapat Kesusahan
- Berdoa atau mengharapkan agar Allah menimpakan musibah kepada orang lain kerana cemburu terhadap kebahagiaan atau kejayaan mereka adalah satu bentuk hasad yang sangat dikecam. Contohnya, mendoakan agar seseorang ditimpa penyakit atau musibah hanya kerana dia lebih berjaya.
- Menghalang Orang Lain Mendapat Kebaikan
- Seseorang yang hasad mungkin berusaha menghalang orang lain daripada mendapat kebaikan, seperti menghalang peluang pekerjaan, pernikahan, atau hubungan baik. Contohnya, menyabotaj usaha orang lain untuk mendapatkan pekerjaan yang baik kerana tidak mahu melihat mereka berjaya.
- Menolak untuk Mengakui Kebaikan atau Prestasi Orang Lain
- Seseorang yang hasad mungkin enggan mengakui atau menghargai prestasi atau kebaikan orang lain kerana rasa cemburu. Contohnya, tidak mahu memberi pujian kepada seorang rakan yang melakukan sesuatu yang baik atau berjaya dalam sesuatu bidang.
Dalam Islam, umat diajar untuk menghindari sifat hasad dan menggantinya dengan rasa syukur, tawakkal, dan mendoakan kebaikan untuk orang lain. Mengatasi perasaan hasad memerlukan kesedaran diri dan usaha untuk memperbaiki hati, agar kita dapat hidup dengan lebih tenang dan harmonis.
C. Ujub
Perbuatan ujub merupakan sikap yang berbahaya dan harus dihindari. Berikut adalah beberapa contoh perbuatan ujub yang dilarang dalam Islam:
- Merasa Paling Taat Beribadah: Seseorang yang rajin beribadah seperti shalat lima waktu, puasa, dan membaca Al-Qur’an, tetapi kemudian merasa dirinya lebih baik dari orang lain yang mungkin belum sebaik dirinya dalam ibadah. Perasaan ini bisa membuatnya meremehkan orang lain dan memandang rendah mereka, meskipun amal ibadah seharusnya dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati.
- Bangga dengan Ilmu yang Dimiliki: Seseorang yang memiliki pengetahuan agama yang luas, namun kemudian merasa dirinya lebih berilmu daripada orang lain, sehingga ia merasa tidak perlu lagi belajar atau merasa bahwa hanya pendapatnya yang benar. Hal ini berbahaya karena bisa membuatnya tertutup terhadap nasihat dan kritik, serta sulit untuk menerima pandangan orang lain.
- Meremehkan Orang Lain Berdasarkan Penampilan: Ketika seseorang merasa lebih baik karena penampilannya lebih islami, seperti mengenakan pakaian yang lebih sesuai dengan syariat, tetapi kemudian memandang rendah orang lain yang berpakaian kurang islami. Sikap ini menunjukkan kesombongan dan tidak memahami bahwa hidayah dan keimanan adalah karunia dari Allah, bukan semata-mata hasil usaha pribadi.
- Membanggakan Kekayaan atau Kecantikan: Seseorang yang memiliki kekayaan atau kecantikan dan kemudian merasa dirinya lebih berharga daripada orang lain yang kurang dalam hal tersebut. Ia mungkin menunjukkan kekayaan atau kecantikannya dengan cara yang berlebihan dan merasa bahwa hal itu membuatnya lebih unggul dari orang lain.
- Merasa Paling Benar dalam Berdakwah: Ketika seseorang yang berdakwah merasa bahwa hanya caranya yang benar dan menilai dakwah orang lain sebagai tidak berguna atau salah. Perasaan ini dapat membuatnya sombong dan menganggap dirinya sebagai satu-satunya orang yang paham agama dengan benar.
- Bangga dengan Amal Sosial atau Kebaikan yang Dilakukan: Seseorang yang sering bersedekah atau membantu orang lain, namun kemudian merasa bahwa perbuatannya lebih mulia daripada orang lain yang mungkin tidak melakukan hal yang sama. Padahal, setiap kebaikan yang dilakukan harus disertai dengan keikhlasan, bukan untuk mendapatkan pujian atau merasa lebih baik.
Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh-contoh ujub yang bisa merusak amal ibadah dan hubungan seseorang dengan Allah dan sesama manusia. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengingat bahwa segala kelebihan yang dimiliki adalah karunia dari Allah, dan tetap rendah hati serta bersyukur dalam menjalani kehidupan.
D. Sombong
Dalam Islam, ada banyak bentuk kesombongan yang dilarang karena dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah dan sesama manusia. Berikut adalah beberapa contoh perbuatan sombong yang dilarang dalam Islam:
1. Menolak Kebenaran
Salah satu bentuk kesombongan yang paling serius adalah ketika seseorang menolak kebenaran, meskipun ia tahu bahwa itu benar. Rasulullah SAW bersabda:
“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)
Contohnya adalah ketika seseorang menolak nasihat baik atau petunjuk dari Al-Qur’an dan hadits hanya karena merasa dirinya lebih tahu atau lebih benar.
2. Meremehkan Orang Lain
Kesombongan juga terlihat ketika seseorang merendahkan atau meremehkan orang lain. Misalnya, merasa lebih unggul karena status sosial, kekayaan, ilmu, atau jabatan, sehingga memandang orang lain dengan hina. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 11, Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)…”
3. Menyombongkan Amal Kebaikan
Kesombongan dapat muncul ketika seseorang merasa bangga dengan amal kebaikan yang dilakukannya dan memandang rendah orang lain yang dianggap kurang beramal. Contohnya adalah seseorang yang suka memamerkan ibadah atau amal baiknya di depan orang lain dengan niat mendapatkan pujian.
4. Menganggap Diri Lebih Suci atau Lebih Baik
Merasa diri lebih suci atau lebih baik dari orang lain adalah bentuk lain dari kesombongan. Misalnya, menganggap diri lebih taat beragama dibandingkan orang lain dan menggunakan hal ini untuk merendahkan mereka.
5. Tidak Mau Memaafkan
Kesombongan juga bisa terlihat ketika seseorang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, karena merasa dirinya lebih superior atau lebih penting. Islam sangat menganjurkan untuk memaafkan dan berlapang dada.
6. Berjalan dengan Angkuh
Berjalan dengan cara yang angkuh, dengan kepala terangkat tinggi dan langkah sombong, adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Dalam Surah Luqman ayat 18, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh…”
7. Mengabaikan Nasihat
Orang yang sombong seringkali mengabaikan nasihat yang diberikan kepadanya, karena merasa tidak membutuhkan bimbingan atau masukan dari orang lain. Sikap ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga menunjukkan ketidaktaatan terhadap ajaran Islam yang menganjurkan untuk selalu mencari nasihat baik.
8. Menyombongkan Kekayaan atau Harta
Sifat sombong sering kali muncul pada orang yang memiliki kekayaan atau harta melimpah. Mereka mungkin merasa lebih baik dari orang lain karena memiliki kekayaan yang banyak dan menunjukkan kekayaan tersebut dengan cara yang berlebihan dan merendahkan orang lain yang kurang mampu.
Islam menekankan pentingnya sikap tawadhu’ (rendah hati) dan selalu mengingat bahwa semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT yang bisa diambil kapan saja. Dengan menjaga sikap rendah hati, seorang Muslim bisa menjauhkan diri dari sifat sombong yang berbahaya.
