Dalam Islam, setiap perbuatan yang tercela dilarang, pastilah mengandung beberapa bahaya / akibat. Akibat tersebut, bisa terjadi kepada dirinya sebagai pelaku atau bisa jadi berdampak pada orang lain.
Berikut beberapa dampak akibat dari perbuatan hubbud dunia, sombong, dengki dan riya.
A. Hubbud dunia
Hubbud dunia, atau cinta dunia secara berlebihan, adalah perasaan atau perilaku yang meletakkan kepentingan dunia di atas kepentingan agama dan akhirat. Beberapa contoh perbuatan hubbud dunia yang dilarang dalam Islam meliputi:
Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim). Artinya, dunia bukanlah tujuan akhir bagi orang yang beriman, tetapi tempat ujian untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
B. Hasad atau Dengki
Dalam Islam, hasad merupakan perbuatan yang sangat dikecam kerana ia melibatkan perasaan iri hati dan keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang. Berikut adalah beberapa contoh perbuatan hasad yang dilarang dalam Islam:
Dalam Islam, umat diajar untuk menghindari sifat hasad dan menggantinya dengan rasa syukur, tawakkal, dan mendoakan kebaikan untuk orang lain. Mengatasi perasaan hasad memerlukan kesedaran diri dan usaha untuk memperbaiki hati, agar kita dapat hidup dengan lebih tenang dan harmonis.
C. Ujub
Perbuatan ujub merupakan sikap yang berbahaya dan harus dihindari. Berikut adalah beberapa contoh perbuatan ujub yang dilarang dalam Islam:
Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh-contoh ujub yang bisa merusak amal ibadah dan hubungan seseorang dengan Allah dan sesama manusia. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengingat bahwa segala kelebihan yang dimiliki adalah karunia dari Allah, dan tetap rendah hati serta bersyukur dalam menjalani kehidupan.
D. Sombong
Dalam Islam, ada banyak bentuk kesombongan yang dilarang karena dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah dan sesama manusia. Berikut adalah beberapa contoh perbuatan sombong yang dilarang dalam Islam:
Salah satu bentuk kesombongan yang paling serius adalah ketika seseorang menolak kebenaran, meskipun ia tahu bahwa itu benar. Rasulullah SAW bersabda:
“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)
Contohnya adalah ketika seseorang menolak nasihat baik atau petunjuk dari Al-Qur’an dan hadits hanya karena merasa dirinya lebih tahu atau lebih benar.
Kesombongan juga terlihat ketika seseorang merendahkan atau meremehkan orang lain. Misalnya, merasa lebih unggul karena status sosial, kekayaan, ilmu, atau jabatan, sehingga memandang orang lain dengan hina. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 11, Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)…”
Kesombongan dapat muncul ketika seseorang merasa bangga dengan amal kebaikan yang dilakukannya dan memandang rendah orang lain yang dianggap kurang beramal. Contohnya adalah seseorang yang suka memamerkan ibadah atau amal baiknya di depan orang lain dengan niat mendapatkan pujian.
Merasa diri lebih suci atau lebih baik dari orang lain adalah bentuk lain dari kesombongan. Misalnya, menganggap diri lebih taat beragama dibandingkan orang lain dan menggunakan hal ini untuk merendahkan mereka.
Kesombongan juga bisa terlihat ketika seseorang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, karena merasa dirinya lebih superior atau lebih penting. Islam sangat menganjurkan untuk memaafkan dan berlapang dada.
Berjalan dengan cara yang angkuh, dengan kepala terangkat tinggi dan langkah sombong, adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Dalam Surah Luqman ayat 18, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh…”
Orang yang sombong seringkali mengabaikan nasihat yang diberikan kepadanya, karena merasa tidak membutuhkan bimbingan atau masukan dari orang lain. Sikap ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga menunjukkan ketidaktaatan terhadap ajaran Islam yang menganjurkan untuk selalu mencari nasihat baik.
Sifat sombong sering kali muncul pada orang yang memiliki kekayaan atau harta melimpah. Mereka mungkin merasa lebih baik dari orang lain karena memiliki kekayaan yang banyak dan menunjukkan kekayaan tersebut dengan cara yang berlebihan dan merendahkan orang lain yang kurang mampu.
Islam menekankan pentingnya sikap tawadhu’ (rendah hati) dan selalu mengingat bahwa semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT yang bisa diambil kapan saja. Dengan menjaga sikap rendah hati, seorang Muslim bisa menjauhkan diri dari sifat sombong yang berbahaya.